Press ESC to close

Mengenal Child Grooming dan Implikasinya bagi Kesehatan Jiwa Anak

Artikel Mingguan

Mengenal Child Grooming dan Implikasinya bagi Kesehatan Jiwa Anak

Child grooming merupakan istilah yang kini semakin sering digunakan untuk menjelaskan proses bagaimana pelaku kekerasan seksual terhadap anak membangun akses, kepercayaan, dan kontrol terhadap korbannya. Meski terdengar sebagai konsep baru, child grooming sejatinya telah lama dikenal dalam kajian kejahatan terhadap anak, terutama sejak akhir 1970-an.

Menurut Kenneth Lanning, mantan agen FBI yang banyak meneliti kekerasan seksual terhadap anak, istilah grooming awalnya digunakan oleh aparat penegak hukum untuk menggambarkan teknik non-kekerasan yang digunakan pelaku, terutama pelaku yang dikenal korban, untuk mendapatkan kedekatan dan kepatuhan anak. Pada masa itu, fokus pencegahan kekerasan seksual masih sangat didominasi oleh narasi stranger danger, sehingga pola-pola manipulatif tanpa kekerasan kerap luput dikenali.

Dalam perkembangannya, konsep ini sebelumnya lebih sering disebut sebagai seduction (rayuan), sebelum kemudian istilah grooming menjadi istilah yang lebih umum digunakan oleh penegak hukum, akademisi, hingga media. Grooming tidak selalu melibatkan paksaan fisik, melainkan memanfaatkan perhatian, afeksi, hadiah, atau pemenuhan kebutuhan emosional anak untuk menurunkan kewaspadaan dan membangun ketergantungan. Proses ini sering kali berlangsung perlahan dan sulit dibedakan dari interaksi yang tampak “normal”.

Pemahaman yang keliru terhadap grooming kerap menimbulkan anggapan bahwa anak “berpartisipasi” atau “tidak menolak”, padahal justru di situlah letak kerentanannya. Lanning menekankan bahwa respons anak dalam konteks grooming adalah respons manusiawi terhadap manipulasi relasional, bukan bentuk persetujuan atau ketiadaan korban.

Memahami sejarah dan makna child grooming menjadi langkah awal yang penting untuk mengenali kompleksitas kekerasan seksual terhadap anak, terutama yang terjadi dalam relasi dekat dan lingkungan yang dianggap aman. Pembahasan lebih mendalam mengenai dinamika, bentuk, dan implikasi child grooming akan dibahas dalam webinar yang akan datang.