Reportase Webinar Kesehatan Jiwa Seri 3
Mengenali dan Menangani Kegawatdaruratan Psikiatri di Fasilitas Pelayanan Kesehatan
PKMK-Yogyakarta. Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan Fakultas Kedokteran Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (PKMK FK-KMK UGM) menyelenggarakan Webinar Kesehatan Jiwa Seri 3 dengan tajuk Mengenali dan Menangani Kegawatdaruratan Psikiatri di Fasilitas Pelayanan Kesehatan pada Kamis (14/8/2025). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan pemahaman tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan dalam identifikasi dan penanganan kegawatdaruratan psikiatri. Kegiatan tersebut dipandu oleh Aspi Kristiati, S.K.M, M.A selaku moderator serta dihadiri oleh beberapa narasumber yaitu dr. Santi Yuliani, M.Sc., Sp.KJ (K) dari RSJ. Prof. Dr. Soerojo Magelang; dr.Vista Nurasti, Sp.KJ, M.Sc dari RSUD Panembahan Senopati Bantul; dr. Wikan Ardiningrum, Sp.KJ, Subsp.Ger (K) dari RSJ. Grhasia D.I Yogyakarta; serta Shanti Wardaningsih, Ns., M.Kep., Sp.Jiwa., Ph.D dari Ikatan Perawat Kesehatan Jiwa Indonesia (IPKJI) D.I Yogyakarta.
Dalam pengantarnya, dr. Santi Yuliani, M.Sc., Sp.KJ (K) menyampaikan kegawatdaruratan psikiatri merupakan suatu kondisi akut pada pikiran, perilaku, mood, dan hubungan sosial yang membutuhkan intervensi segera untuk mencegah terjadinya bahaya pada diri sendiri dan orang lain. Lebih lanjut, disampaikan beberapa diagnosis terkait kesehatan mental yang sering ditemui di unit gawat darurat (UGD) yang perlu diperhatikan oleh tenaga kesehatan seperti Organic Brain Syndrome (OBS), suicide, penggunaan narkoba, Neuroleptic Malignant Syndrome, serta perilaku kekerasan.
Selanjutnya, dr.Vista Nurasti, Sp.KJ, M.Sc menyampaikan materi mengenai penatalaksanaan kegawatdaruratan psikiatri pada anak dan remaja. Secara umum, gambaran klinis kasus kegawatdaruratan psikiatri pada anak dan remaja berbeda dengan dewasa. Selain itu, asesmennya juga dapat berbeda menyesuaikan dengan perkembangan kognitif, emosi dan fisik masing-masing anak dan remaja. Perbedaannya, misalnya pada cara observasi, untuk anak dengan usia yang lebih kecil, observasi dapat dilakukan dengan cara bermain. Disampaikan juga beberapa kasus yang sering terjadi pada anak seperti percobaan bunuh diri/NSSIB, agresi, gangguan sensorium dan gangguan psikotik/perubahan perilaku. Selain intervensi menggunakan obat-obatan, perlu dilakukan intervensi non-farmakoterapi yang diberikan setelah anak dan remaja selesai menjalani pengobatan di rumah sakit.
Materi ketiga membahas mengenai topik tatalaksana kegawatdaruratan psikiatri pada kelompok lansia atau geriatri yang disampaikan oleh Wikan Ardiningrum, Sp.KJ, Subsp.Ger (K). Terdapat beberapa kondisi kegawatdaruratan psikiatri pada lansia seperti delirium, agresi, bunuh diri, abuse, maupun efek samping obat. Selain itu, tatalaksana pada lansia memiliki beberapa tantang klinis seperti komorbiditas multiple, polifarmasi, gangguan kognitif, serta adanya tanda dan gejala yang tidak khas. Kemudian dibahas lebih lanjut mengenai delirium mulai dari cara asesmen, diagnosis, hingga tata laksananya berdasarkan algoritma yang ada. Selain itu disampaikan juga cara pencegahan delirium serta intervensi non-farmako yang dapat diberikan kepada lansia dengan kondisi delirium.
Sesi webinar ditutup dengan materi asuhan keperawatan kegawatdaruratan psikiatri pada lansia yang disampaikan oleh Shanti Wardaningsih, Ns., M.Kep., Sp.Jiwa., Ph.D. Shanti menyampaikan mengenai langkah-langkah yang diperlukan oleh perawat dalam penanganan kegawatdaruratan psikiatri khususnya pada lansia. Selain intervensi farmakologis, diperlukan juga lingkungan yang terapeutik sehingga dapat mendukung kesembuhan pasien. Disampaikan juga perlunya manajemen risiko kekerasan dengan teknik de-eskalasi, strategi seklusi, serta penggunaan pengekangan fisik secara tepat.
Kegawatdaruratan psikiatri merupakan kondisi yang memerlukan penanganan segera. Namun tenaga kesehatan tetap perlu melakukan pemeriksaan dan asesmen secara tepat untuk memastikan ketepatan intervensi yang diberikan.
Materi Kegiatan silahkan Klik DISINI
Reporter: Latifah Alifiana (PKMK UGM)